THAUMATROP

Langkah – langkah dalam membuat karya thaumatrop tersebut :

    1. Membuat gambar dari obyek yang telah dipilih
      Pengerjaan dilakukan secara digital dengan menggunakan aplikasi photoshop yang kemudian di buat dalam 2 jenis gambar yaitu yang pertama merupakan tampak gambar saat diputar dan gambar untuk dicetak.

    2. Dicetak pada kertas lipat
      Untuk memudahkan pewarnaan gambar dicetak pada kertas lipat untuk hasil yang lebih rapi serta warna yang mencolok.
      Dalam karya tersebut dibuat konsep kolase sehingga setiap obyek dicetak secara terpisah.
      Untuk bagian dengan lingkaran sebagai garis tepi menggunakan kertas yang lebih kaku dan tebal seperti karton.

    3. Potong sesuai bentuk

    4. Tempel pada bentuk lingkaran dengan ukuran yang paling besar
      Tempel potongan obyek menggunakan double tape untuk hasil yang lebih rapi.
      Setelah selesai menempel untuk kedua sisi gabungkan dengan menyelipkan sebuah lidi yang telah diperkuat dengan lem serbaguna (uhu)

Hasil :
IMG_8254IMG_8253

Dan berikut adalah tampilan ketika karya digerakan (diputar) :

Advertisements

The Prophet

Merupakan film fiksi yang diangkat langsung dari buku nya oleh Kahlil Gibran adalah film illustrasi tentang seorang yang bernama Mustafa di salah satu kota di timur tengah.

Ia adalah seorang yang gemar memberikan nasehat melalui ungkapan – ungkapan menarik yang membuat banyak orang yang mendengarkan tuturan kata yang terucap oleh nya turut berbahagia dan merasa telah dibukakan atas apa yang selama ini tidak mereka ketahui. Namun terkadang apa yang kita ataupun beberapa orang pandang tidak lah sama dengan apa yang dunia ini pandang. Bisa menjadi kebaikan atau justru boomerang atas tindakan dan ucapan kita.

Sajian cerita yang cukup rumit untuk dimengerti bagi mereka yang tidak akrab dengan dunia filsafat dan sebagainya, dengan apik di bantu oleh ilustrasi – ilustrasi unik yang dapat membangkitkan selera untuk melanjutkan satu film ini hingga tuntas.

Ilustrasi yang digunakan pun cukup beragam. Tidak hanya menggunakan aliran yang sama, namun tetap menggunakan kesan yang khas daerah timur tengah dengan kaleidoskop nya dan penggambaran manusia yang jarang.

Film yang berdurasi satu jam ini juga mempadu padankan suara dan lagu sebagai latar belakang yang menambah keindahan dari ilustrasi juga animasi 2D yang menjadi gambaran utama dalam film ini.

Screen Shot 2016-08-12 at 3.28.55 AM
Screen Shot 2016-08-12 at 3.28.55 AM
Screen Shot 2016-08-12 at 3.28.55 AM

Kokoro ga Sakebitagatterunda

Apa sih maksudnya mulutmu harimau mu? kata orang… ketika ketika asal ceplas ceplos tanpa pikir panjang, bakalan ngebuat orang lain sakit. Itu artinya. Tapi, bukannya kalau kita punya harimau, malah jadi pelindung buat kita? ……. mungkin maksudnya, kalau kita bisa nentuin sikap dari harimau itu, entah kita bisa menjinakan atau enggak, itu yang bakal nentuin harimau itu bakal ngehancurin kita atau menyelamatkan kita.

Karya sederhana tentang kehidupan sehari – hari yang dramatis hasil pemikiran Tatsuyuki Nagai ini bakal bikin nggak hanya mata tapi juga hati penontonnya terbuka.

Cerita tentang gadis kecil yang suka ceplas ceplos ini bikin keluarga nya hancur. Kenapa bisa gitu ya? Satu hari, gadis kecil ini, Jun Naruse, ngelihat Papa nya keluar dari sebuah hotel dengan arsitektur Istana dan Naruse, sangat sangat sangat kagum sama hotel – atau dia lebih suka nama istana – itu, tapi, satu hal yang beda adalah ketika Papa nya keluar, bukan sama Ratuu yang harusnya Mama nya, tapi wanita lain… nah penonton ngerti deh maksudnya.

Naruse yang ceplas ceplos langsung deh pulang ke rumah dan ngasih tau apa yang baru aja dilihat sama dia ke Mama nya. Waktu itu Mama nya lagi buat bento buat Papanya, dan.. gimana sih ya perasaan ketika kita mau ngasih atau ngelakuin sepenuh hati tapi ternyata apa yang kita dapetin malah beda kan ya. Singkat cerita kedua orang tua Naruse cerai dengan meninggalkan dampak yang buruk. Naruse nangis dan lari ke luar rumah. Waktu dia sedang nangis sendirian di tengah jalan di perbukitan gitu, disini cerita fiksi nya di mulai.

Ada sebuah telur yang tiba – tiba ngajak ngobrol Naruse. Telur itu bilang, kalau semua ini gara – gara Naruse yang suka ceplas ceplos. Jadi si Telur bilang, kalau Naruse nggak bisa berhenti ngomong, semua nya bakal hilang dari Naruse. Tapi justru Naruse malah ngebantah omongan si Telur. Dia bilang kalau hatinya tetep pengen ngomong banyak. Jadi si Telur terpaksa menyegel mulut nya Naruse. Sejak itu hingga dibangku SMA, Naruse jadi pendiam.

Cerita baru pun dimulai. Kejadian luar biasa justru terjadi di bangku SMA. Karena satu hal, kelas Naruse jadi ngadain acara musikal. Di sini, ada seorang cowok yang ternyata juga mengalami hal yang serupa, tapi tak sama, haha. Takumi Sakagami, yang bakalan dikira jadi love endingnya Naruse. wkwkwk. Spoiler terhenti. Naruse yang pendiem dan nggak punya temen justru jadi pemeran utama di drama musikal kali ini. Tapi karena satu hal, perasaan Naruse jadi kacau dan dia ngga datang ke acara sekolah itu. Padahal Mama nya udah dateng, dan Mama nya marah karena tau kalau yang jadi pemeran utama ternyata bukan Naruse karena dia nggak dateng. Semua anak – anak di kelas Naruse jadi gempar dan nyari dia kemana – mana.

Sakagami akhirnya nemuin Naruse di Istana itu dan di situ juga ada perubahan yang terjadi dari sebuah ucapan, dari sebuah kata – kata. Singkatnya, mereka berdua kembali ke sekolah dan ikut gabung sama acara musikal kelasnya yang udah setengah jalan. Tapi justru karena keterlambatan itu keajaiban ada untuk musikal. Acara nya justru semakin menarik dan malah benang merah nya makin kuat. Dan penonton bakalan disuguhin ending yang nggak terduga – duga.

Singkatnya, dari film ini, aku pribadi mau menyampaikan kalau ucapan itu segalanya. Waktu kita ngucapin sesuatu yang baik itu bakalan jadi berkat buat banyak orang. Kayak apa sih? misalnya kita ngucapin Syalom, Assalamualaikum, dan sebagainya, itu berarti kita mendatangkan berkat buat orang yang dengerin kata – kata kita. Tapi ketika ada orang yang ngucapin sesuatu atau tanya sesuatu tapi kita ngerespon dengan buruk, atau bahkan nggak ngerespon, itu bakalan nyakitini perasaan orang itu kan.

Aku sendiri masih belum bisa sesempurna itu kok. Kadang juga banyak dari omongan ku yang nyakitin orang lain. Nggak hanya orang lain tapi banyak orang. Meskipun sadar kalau salah, tapi kadang ketika kita ada di posisi tertentu, kita nggak bisa ngontrol ucapan kita.

Lewat blog ini, aku pengen menyampaikan hal – hal baik yang ngga bisa aku ucapin. Yang, masih, terlalu sulit buat aku ucapin ke orang lain. Yang saat ini terbaik menurutku adalah dengan aku ngomong lewat blog ini. Karena mungkin, aku maish terlalu takut buat nyamain kehidupan ku sama film ini. Tapi satu hal yang pasti, aku dan Naruse, kita sama – sama berjuang untuk yang terbaik. dan Semoga melalui ringkasan ini, meskipun sedikit yang baca, ada kebaikan yang bakalan jadi berkat buat siapa aja.

Terimakasih……………………. ^^

Screen Shot 2016-08-12 at 3.25.10 AM
Screen Shot 2016-08-12 at 3.22.25 AM
Screen Shot 2016-08-12 at 3.27.00 AM
Screen Shot 2016-08-12 at 3.28.55 AM

Inside Out

So, uhm… it’s 11:48 pm now and i will tell you a good story. Jadi malem ini aku bakal ngereview satu cerita baru buat kalian yang sebenernya udah rilis lama banget dan barusan selesai aku tonton beberapa detik yang lalau langsung aku nulis review ini. Wkwkwk. Nah oke, disutradarai Pete Docter, film satu ini bener – bener satu film dengan ide yang baru yang mungkin nggak bakal kepikiran sama beberapa orang. Yang sumpah bikin aku bombay bombay di akhir cerita. Dan menyedari begitu bayak hal dalam hidup ini yang harus begini begitu. #sokpuitis. Lol

Cerita ini menceritakan seorang gadis kecil bernama Riley. Tapi sebenernya tokoh utama di sini adalah kelima pemikiran yang ada di dalam otak atau pemikiran si Riley (yang sebenernya setiap orang juga punya). Jadi gimana kelima karakter ini melakukan pekerjaan dengan sebuah panel yang intinya, apa yang mereka lakukan, putuskan, tentukan, itu yang bakal jadi tindakan Riley. Yang ngebentuk pribadi seorang Riley.

Nah si Riley ini, dengan pekerjaan dari kelima karakter tersebut, Joy, Sadness, Discusting, Anger sama Fear, ngebentuk pribadi seorangRiley yang ceria banget. Kehidupan dia mulai dari kecil sampe dewasa selalu dipenuhi dengan kebahagian. Jadi bisa dilihat disini kalau peran si Joy kayaknya macem pentolan gitu ya. Terus, di awal cerita utama, penonton bisa nangkep kalau semua memory yang sudah kebuat, ceritanya setiap 1 hari bakal ada memory buat setiap kegiatan yang dilakuin sama Riley berbentuk bola dari batu tapi bersinar terus ada cuplikan bayangan di batu itu. Tiba – tiba si Sadness pegang batu itu dan batunya ya, jadi kesedihan. Jadi menurut aku, di sini Sadness itu semacam pengganggu. Kenapa harus menyentuh bola kenangan kebahagiaan. Akibatnya kan bakal jadi kenangan yang buruk kan. Karena kejadian itu si Joy marah. Tapi bukan marah pada kata sebenernya, karena namanya sendiri, Joy, jadi nggak mungkin marah. Jadi marah disini adalah si Joy mencoba menghentikan Sadness buat pegang ini itu supaya kebahagiaan yang sudah ada itu nggak kacau. Tapi malah, jadi kacau. Wkwkwkwk.

Dalam film ini digambarin kalau tempat kerja dari kelima karakter ini semacam ruangan yang ada di dalam pikirannya si Riley. Satu ruangan yang memang digambar sesuai dari tampilan orang itu, Riley, maupun orang – orang lainnya. Dan karena kejadian kacau tadi ngebuta si Joy sama Sadness keluar dari ruangan utama itu dan kelempar ke tempat yang menjadi semacam penyimpanan memory dari Riley. Jadi yang tersisa di kantor utama adalah Discusting, Fear sama Anger. Duh kebayang dong ya gimana jadinya kalau seseorang cuma punya 3 kepribadian itu?. Dan yap benar. Riley jadi anak yang kacau karena kepindahannya ke kota lain. Nggak ada teman, perasaan rindu dan bla bla bla. Dia kabur dari rumah dengan pesen tiket bis, pakai uang siapa? Mamanya. Dapet dari mana? ATM mamanya. Dari mana? dari dompet mamanya. Ide siapa? yap. Si Anger.

Mengetahui masalah ini. Joy sama Sadness tentu harus balik ke ruang utama dong ya buat ngebantu Riley nggak menyimpang kayak gitu. Tapi namanya bukan film kan ya kalau berjalan mulus. Joy sama Sadness di sini harus ngelewati banyak tantangan dalam menuju ke ruang utama. Dan nggak hanya tantangan, tapi juga mereka berdua menemukan hal – hal baru yang ngebuta mereka menyadari kalau Joy sama Sadness itu ternyata saling membutuhkan.

Singkat cerita, mereka berdua sudah kembali ke ruang utama dan mulai memperbaiki perilaku Riley. Dan dari perjalanan Joy sama Sadness kelempar keluar itu ngebuta Joy menyadari kalau nggak cukup Joy aja yang kerja sendiri memperbaiki perilaku dari Riley. Ternyata Sadness juga bisa jadi penolong dan yap. Bola memory yang biasa cuma berwarna satu sesuai dengan pekerjaan karakternya. Nah bola yang keluar saat itu warna nya campur. Biru sama kuning. Hasil kerja dari Sadness sama Joy. Dan setelah – setalahnya, semua bola memory yang terbuat dari setiap kenangan yang warnanya nggak lagi satu tapi bermacam – macam. kehidupan Riley kembali lagi kayak dulu. Bahagia, menyenangkan. Dia ngomong sama orang tuanya apa sih yang menjadi kejengkelannya. Ketidaksenenganya dia karena mereka pindah. Dan mereka jadi keluarga yang bahagia lagi.

Nah seperti biasa, ngebahas masalah nilai – nilai nih. Apa sih yang bisa kita dapet dari nonton film ini? Kalau ngelihat review dari film – film sebelumnya, nilai yang tersampai’in mungkin nggak akan berlaku buat beberapa orang ya. Karena ya, memang tidak semua orang mengalami hal yang sama kan. Karena di film ini mengisahkan tentang sebuah pemikiran yang ada di dalam pemikiran setiap manusia, sepertinya pesan yang tersampaikan bagus banget buat setiap kita ynga udah nonton film itu. Aku sendiri udah bilang kan di awal cerita kalau aku bombay – bombayan. Hehe.

Review sebelumnya selalu ada beberapa pesan yang aku sampai’in kan. Nah kalau ini, aku bakal nyampai’in pesannya lewat narasi. Jadi, dari kejadian Joy sam Sadness keluar dari ruang utama itu. Kita bisa menyadari kalu, hal yang buruk dalam kehidupan kita itu sebenernya bukan sepenuhnya buruk. Kalau nggak ada keburukan, nggak ada kebaikan dong. Salah satu adegan dimana mereka berdua di kurung bareng Bibong, temen khayalan Riley yang ketemu sama Joy sam Sadness di luar ruang utama itu, di dalm sana ada badut yang jadi ketakutan buat Riley. Tapi malah, dari ketakutan tersebut lah yang bisa buat Joy sama Sadness bisa balik lagi ke ruang utama. Nggak cuma itu, temen khayalan Riley, Bibong, juga akhirnya hilang karena Joy sama Bibong sempet jatuh ke dasar pembuangan memory yang udah nggak diingat lagi sama Riley. Dan sayangnya, yang bisa keluar ternyata cuma si Joy. Dan di akhir cerita pun, nggak di kasih tau apakah Bibong bener – bener hilang dari ingatan Riley. Jadi ini juga membuktikan. Segala cerita yang ada dalam kehidupan kita itu nggak selalu, nggak semuanya bakal berakhir seperti semula, seperta sebahagia dulu. Tapi kita bisa kok ngebuat kebahagiaan yang baru. Bukan berarti meninggalkan apa yang dulu kita punya lho. Tapi kita bahagian dengan tidak menjadikan kenangan masa lalu ituu jadi belenggu buat kita. Malahan harus jadi penyemangat buat kita.

Dari Gunung Pati kota Semarang. Salam bahagia buat kalian. ^^

Screen Shot 2016-07-20 at 11.28.03 PMScreen Shot 2016-07-21 at 12.18.04 AMScreen Shot 2016-07-21 at 12.21.02 AMScreen Shot 2016-07-20 at 11.33.09 PM

Brave Story

Jumpa lagi sama review dari film-film yang menarik buat ditonton yang sebenernya juga entah buat siapa aku nulis ini. Tapi yang pasti, siapapun kamu yang udah baca, kamu turut menyumbang sepercik harapan meskipun ngga terlihat. Dan juga aku berharap dari review yang aku tulis bisa bawa beberapa kebahagiaan sekecil apapun buat mengusir kesendirian seeorang mungkin? Hehehe. Ok langsung aja.

Masih dari creator yang sama dari film Spirited Away yang lalu. Film ini merupakan animasi Jepang yang menyuguhkan cerita menarik dengan sentuhan fantasi yang bisa aku bilang ngga ngebosenin sih. Disini ada seorang anak kecil yang kalau ditonton di menit-menit awal cuma anak kecil biasa dengan kehidupan yang menyenangkan. Tapi berubah di menit selanjutnya ketika penonton mulai ditunjukan sebuah konflik dimana sang ayah memutuskan bercerai bahkan ngomong terus terang sama si anak kecil, Wataru. Ngga sampe di situ ya penderitaan dari Wataru, karena ternyata pengarang membentuk sebuah narasi menyedihkan dimana si ibu jatuh sakit dan akhirlah menjadi kesendirian buat Wataru.

Sebelum beberapa kejadian di atas, sebelumnya Wataru sempet mimpi dan ketemu sama seorang anak seumuran yang misterius, yang ternyata, keesokkan pagi jadi murid baru di sekolah Wataru. Singkat cerita si anak misterius ini, Mitsuru, ternyata punya kekuatan misterius yang akhirnya ngebuat Wataru pengen masuk ke dunianya karena tau kalau di dunia Mitsuru dia bisa ngerubah semua hal buruk yang terjadi mendadak dalam hidupnya. Wataru akhirnya masuk leat pintu yang pernah muncul di mimpinya dan buat masuk ke dunia itu Wataru harus ngelewati tes. Lewat gambaran yang lucu campur seru, Wataru akhirnya berhasil dan di dunia itu dia jadi seorang Hero yang dipersenjatai pedang dengan 4 permata atau di sana di sebut gems, yang mana kalau dia bisa dapet kelima gems itu Wataru bisa ketemu sama Goddes of Fortune dan memohon satu permintaan. Jadilah tujuan dari Wataru masuk ke dunia itu adalah mengumpulkan ke lima gems, bertemu dengan Goddes of Fortune, membuat permohonan yang mana ingin keluarganya kembali.

Tapi singkat cerita, banyak kejadian yang dihadapin Wataru, ketemu sama orang-orang baru, ngehadepin bahaya, diselamatin, dan sebagainya yang akhirnya di penghujung cerita ngebuat Wataru mengubah permintaannya dari berharap keluarganya balik seperti sebelum konflik menjadi nyelametin kota yang saat itu diserbu sama ratusan iblis. Dan sekarang ngomongin soal pesan yang bisa kita tangkep, tentunya di setiap film seenggaknya ada satu hal yang bisa jadi panutan buat kita, begitu juga yang ada di film ini.

    1. Pesan ini ada di awal cerita, awal banget malah, kita diajarin buat disiplin, meskipun pesan nya ngga digambarkan secara gamblang. Jadi ceritanya Wataru kesiangan gara-gara mimpi itu, dia keluar kamar dan cuma ambil roti panggang buat sarapan. Di situ ayahnya sempet marah karena seharusnya makan sambil jalan itu ngga boleh. Pesan yang cukup ringan ya, dan lanjut ke pesan kedua.

    2. Si murid baru, alias Mitsuru, ceritanya lagi dibully sama satu geng gitu dan Wataru ngelihat. Mungkin kalau buat orang asing bakalan ngga peduli dan ngebiarin aja apa yang dilihat saat itu. Dan sebenernya Wataru juga punya hak yang sama karena emang belum kenal sama si Mitsuru. Tapi di situ dia ngeberaniin diri buat ngebela si Mitsuru, dan saat itu jadi momen dimana Wataru tau kalau Mitsuru ternyata punya kekuatan tersembunyi. Jadi di sini kita diajarin buat ngelakuin hal yang bener, tanpa memandang siapa yang ada di depan kita.

    3. Di pertengahan film, si wataru dan kawan-kawan di dunia barunya kepisah dan Wataru ketemu sama kakek yang misterius. Di lihat dari peggambaran tokoh, kakek ini kayak cendikiawan dan punya kuasa tertentu. Singkat cerita supaya Wataru bisa ketemu lagi sama temen-temennya yang ilang, Wataru harus ngelakuin sesuatu. Dalam ngejalanin tugasnya, Wataru didampingi bapak bapak yang lumayan gendut dan cabi, wkwkwk, masuk ke sebuah gua… tapi Wataru denger suara yang ngomong kalau dia ngga boleh masuk ke situ, karena sebenernya bapak itu musuh, dan bakal ngelakuin sesuatu yang berbahaya. Dan bener aja, sekian waktu setelah Wataru masuk ke gua, si bapak ini ngelakuin sesuatu ke Wataru, untung nya di situ ada Mitsuru yang nyelametin. Jadi, pesen yang aku dapet sih, jangan menilai orang dari tampangnya ya. Aku ngga ngomongin sesuatu yang buruk, cuma aku mau ngambil contoh kalau kadang buah yang luar nya bagus, kadang ngga sebagus sama dagingnya. So? pinter-pinter aja ya dalam memilih sesuatu. Bisa jadi dampak nya menentukan apa yang bakal terjadi sama kita. Menuju klimaks. Ceritanya Wataru sama Mitsuru udah ada di Tower of Fortune. Di sana mereka ketemu sama lawan mereka yang adalah diri mereka sendiri. Kita ditunju’in kalau di dalam diri kita sendiri, pasti ada sisi gelap yang bakal jadi penghambat dalam kehidupan kita. Karena berbahaya, tentu mereka saling nyerang tiruan diri mereka kan. Tapi kita malah ditunjukin kalau sebenernya ketika kita menyerang sisi gelap dalam diri kita, kita malah menyakitu diri kita sendiri. Jadi kayak pepatah yang ngomong kejahatan jangan dilawan sama kejahatan itu bener. Karena pada akhirnya bakal ngelukain diri kita sendiri. Jadi pilihan yang tepat adalah, dengan nerima kekurangan kita itu, memahami sisi gelap itu, dan menjadikan hal itu motivasi buat kita, semangat dan pembelajaran buat kita.

    4. Akhir cerita, Wataru akhirnya ketemu sama Goddes of Fortune. Dapet kesempatan yang langka bahkan ngelewati hal yang ngga sepeleh ya, justru Wataru ngubah permintaannya yang egois jadi nyelametin warga di kota yang lagi di serang sama Iblis. Goddes of Fortune nya sempet bialng, kalau Wataru cuma bisa minta satu aja, dan dia tau itu. Dia tetep minta kota yang hancur itu di selametin. Karena di dunia itu, dia ketemu sama orang – orang yang udah ngajarin banyak hal, dia harus bisa nerima takdirnya dan juga ngebentuk takdirnya sendiri. Jadi intinya kita kudu kuat!! Hehehe.

 

Oke, akhirnya kota nya selamet. Tapi Wataru mesti balik lagi ke dunianya tanpa sempet ngucapin salam ke temen-temen nya yang ada di dunia itu. Dan setelah kembali, ayah sama ibu nya tetp bercerai, tapi si ibu udah sembuh dan Wataru hidup berdua. Yang menyenangkan adalah, ternyata di dunia nyata ini, Mitsuru kembali bahkan adiknya juga yang diceritain tewas di masa lalu juga masih hidup. Wataru yang inget semua kejadian kaget dan hampir aja mau nangis karena saking sennegnya. Kamera langsung shoot ke muka Wataru, dia seneng, dan, ending!

Jadi, inilah akhir dari cerita Brave Story. Kita diajarin buat berani, dan bijaksana. Karena ketika kita ngelakuin hal yang bener, secara otomatis kita bakal dapet sesuatu yang terbaik yang Tuhan udah sedia’in buat kita.

Screen Shot 2016-03-19 at 7.33.17 PMScreen Shot 2016-03-19 at 7.37.08 PMScreen Shot 2016-03-19 at 7.35.00 PM

March 19, 08:24pm
Semarang, Gunung Pati – Perumahan Bukit Sukorejo blok G no. 2

Spirited Away

I just finally watched the Spirited Away movie. Yah, meskipun emang tergolong film yang cukup lama, aku malah barusan aja nonton film nya. Entah udah berapa tahun sejak perilisan, tapi aku baru aja tau film ini sekitar setahun yang lalu. Jadi, mungkin ada pembaca yang tau tentang variety show dari Korea Selatan tentang beberapa artis yang dikumpulin serumah dan tinggal bareng, Roomate. Nah dari acara itu aku tau tentang film animasi Jepang ini. Ceritanya ada satu episode dimana para member dari acara ini dikasih kesempatan buat liburan ke Jepang, dan waktu mereka jalan-jalan, ternyata mereka itu pergi ke tempat pemandian di film ini yang ternyata emang ada.

Nah, ada cerita lainnya nih. Jadi sekitar beberapa tahun yang lalu, aku pulang ke kampung di Kudus, Jawa Tengah. Waktu itu di rumah nenek aku nemu bolpoin dan aku bawa pulang. Aku suka sama bolpoinnya karena unik aja, bentuk nya ngga biasa dan tutupnya itu kayak topeng gitu aku kira. Cuma, beberapa saat setelah aku balik ke Surabaya, aku suka ngelihatin bolpoin itu dan ngerasa ngeri-ngeri sendiri. Jujur aku ngga ngerti kenapa. Nah! setelah aku nonton acara Roomate itu, aku baru sadar kalau bolpoin itu mirip sama salah satu karakter yang ada di film Spirited Away ini, namanya Kaonashi. Dan ga tau kenapa, sejak saat itu aku jadi suka banget sama film itu. Bukan pengen nonton loh, tapi udah seneng banget. Aneh kan. Wkwkwk. Rasanya tuh kayak semua yang ada di dunia ini terhubung gitu. Kenapa bisa? Pertama, aku seneng banget sama KPop, terus aku dapet bolpoin yang aku seneng banget dan sekaligus misterius itu. Dan ternyata itu bolpoin adalah salah satu karakter film animasi Jepang legendaris yang muncul di variety kesukaan aku. Dan aku juga termasuk pecinta anime juga. Ini tuh kyak semua yang ada di dunia ini udah teratur, terhubung, istilahnya takdir gitu lah. Wkwkwk. Aku ga tau sih gimana gambaran aku ini sampe ke kalian. Tapi yang pasti, rasanya kayak sesuatu yang ngga mungkin itu terjadi, gimana rasanya? menyenangkan dong!!

Oke, sekarang lanjut ke review film nya. Mungkin aku bakal ngga ngeereview sedetail gimana sebuah review seharusnya, tapi aku bakal gambarin film ini sesuai sama gimana aku melihat film ini dari kacamata aku sendiri.

Film ini menceritakan sebuah keluarga, ayah, ibu dengan seorang anak gadis yang baru aja pindah ke suatu kota dan masih dalam perjalanan. Dalam perjalanan itu, mereka berhentu di suatu terowongan yang udah usang. Ada semacem patung gitu di depan terowongannya, jadi mobil nya ngga bisa masuk dan si ayah coba buat masuk ke dalem terowongan. Sebenernya si anak, yang namanya Chihiro, ngga mau masuk karena dia ngerasa tempatnya ngeri. Tapi si ayah sama ibu tetap masuk dan nyuruh Chihiro buat nunggu di mobil aja. Tapi karena keadaan sekitar yang ngebuat Chihiro takut, akhirnya dia ikutan masuk. Setelah jalan dan ada cahaya hal pertama yang menyambut mereka adalah sebuah stasiun kosong, kemudian setelah mereka keluar dari gedung, mereka ngelihat tempat luas dengan rumput yang hijau. Si ayah kemudian mencium ada bau yang enak dan akhirnya nyamperin sumber bau itu. Nah disini sebenernya penonton udah ditunjukin ada hal yang aneh lewat makanan yang tersedia padahal kedai yang lain pada usah dan ngga ada orang, sedangkan kedai itu malah buka. Yang lebih aneh, menu yang disedia’in itu aneh. Ukurannya gede-gede. Ada ayam seekor digoreng. Kepala ikan di tumis. Ada semacem odeng-odengan juga. Pokoknya ngga wajar banget. Mereka nyuruh Chihiro buat ikutan makan, tapi Chihiro nya tetap ga mau dan mutusin buat pergi lihat sekitar.

Setelah cukup lama jalan, dia nemu satu tempat yang gede dan tingkat yang kalau menurutku, karena jujur ngga bisa baca huruf Jepang, di tengah film aku tau kalau tempat itu ternyata tempat pemandian gitu. Tiba-tiba ada anak cowok gitu lihat dia dan kaget. Dilihat dari sudut pandang ku sih kayaknya mereka itu pernah ketemu karena si cowok tiba-tiba kaget setelah beberapa detik lihat si cewek dan nyuruh pergi. Katanya berbahaya, kalau ngga cepet balik dia sama ayah ibunya bakal kejebak di tempat itu. Tapi udah telat dan semua tempat jadi malem. Waktu dia balik ke ayah ibu nya yang lagi makan tadi, mereka udah berubah jadi babi yang gendut banget, sampe lupa kalo Chihiro itu anaknya dan tingkahnya ga kayak manusia lagi. Setelah putus asa dan tubuh nya mulai nerawang, alias transparan, alias kayak arwah, terus jalan awal dia masuk tadi dipenuhin sama air dan ada kereta yang ngangkut segeromboloan makhluk tak berbentuk, Chihiro pun menangis. Wkwkwk. Kejem banget ya aku. Enggak, waktu nonton mewek juga kok. Wkwkwk.

Terus cowok tadi yang nyuruh pergi, yang ternyata namanya Haku, dateng ngasih pil supaya Chihiro gak transparan lagi dan ngebantu buat nyari ayah ibu nya. Singkatnya dia harus ngelakuin beberapa hal supaya dapet balik lagi ke dunia manusia sekaligus nemuin ayah ibu nya juga. Nah di situ, kita ditunjukin banyak pesan moral.

      1. Sebenernya emang sulit, tapi gini, seberapa sulitnya keadaan, seberapa paniknya kita, tegang atau apapun.. kita harus tenang, mengucapkan trimakasih, karena Jepang sendiri terkenal sama kesopanannya kan. Kita juga ga boleh putus asa, karena pilihannya cuma berjuang, berarti pulang, dan nyerah berarti bakal tetep tinggal di situ.

      2. Terus setelah Chihiro bisa ngelewati satu tahap, dia ketemu lagi sama Haku, tapi di situ si Haku berubah jadi dingin karena ada suatu hal. Nah mending lihat sendiri yak. Wkwkwk. Intinya, kita jangan mudah suuzon sama orang lain, atau bahasa umumnya berburuk sangka. Karna kadang kita ngga tau kan hal apa yang dihadepin sama orang lain sampe orang itu ngelakuin hal yang ngga biasanya atau mungkin sampe kita sakit hati. Tetep percaya aja, balik lagi ke keadaan, sesulit dan seberubah apapun, tetap percaya, percaya Tuha, yakin, berharap, berusaha. Setiap hal pasti ada titik terangnya.

      3. Lanjut ke pertengahan film, jadi di sini Chihiro kan ceritanya harus punya kerjaan dan udah dapet, dia kerja di tempat pemandian tadi. Suatu hari ada konsumen yang sepertia biasa adalah makhluk tak berbentuk dateng. Bau nya setengah matu bau sampe dilarang masuk dan dibilang kalo tempat pemandiannya tutup. Tapi tuh makhluk tetep masuk dan akhirnya yang disuruh ngelayanin itu si Chihiro. Tapi malah di sini ada hal yang istimewa. Ada satu kejadian gitu yang ngebuta Chihiro jadi istilahnya terkenal dan keren karena ternya makhluk bau ga jelas itu sebenernya Naga yang cukup terkenal, ibaratnya artis gitu lah. artis kalau datang ke tempat umum kan gimana gitu kan? nah akhirnya Chihiro dipuji-puji. Pesan moralnya? Jangan gampang ngelihat sesuatu cuma dari luarnya. Misal, di suruh belanja apa gitu sama mama kita, barangkali kan nanti di jalan nemu uang jatuh kek, ketemu sama orang yang ditaksir kek, atau ketemu abang somay yang udah dinanti berhari-hari kek. Atau apa aja deh. Karena aku diajarin gini, kalau kita setia sama perkara kecil, kita juga bakal dipercaya sama perkara gede. Maksudnya, hal kecil yang kita lakuin bakal membawa hal baik kalau kita ngelakuinnya sepenuh hati, suatu saat kita juga bakal terlatih buat bersyukur sama hal kecil, nanti pasti dikasih sesuatu yang lebih gede, makin gede, dan paling gede.

      4. Ada lagi waktu Chihiro ketemu sama Kaonashi. Lihat sendiri yak. Disitu Chihiro ngelihat Kaonashi sebagai orang asing lah istilahnya, tapi dia tetep ramah. Pertemuan kedua, dia ngira pelanggan dan tetep ramah. Malahan waktu itu si Kaonashi itu kehujaanan dan Chihiro nanya apa ngga basah kalo hujan gitu, padahal kan arwah juga ga masalah kan, tapi Chihiro tetp ramah. Sampe si Kaonashi itu ngebuat suatu masalah di pemandian itu Chihiro tetep baik. Sampe akhir dikejar-kejar pun tetep baik. Tapi balesannya? Kaonashi banyak banget nolongin Chihiro. Nah kan kembali kayak pesan moral waktu ketemu Haku tadi. Kita tuh jangan sembarang suuzon dan kecewa. Nyatanya kita bakal dapat banyak bantuan, sesuatu yang setimpal sama apa yang kita kasih. Kita ngebenci ya kita bakal dibenci. Tapi kalau kita baik, orang lain juga pasti bakal baik sama kita.

Endingnya menurutku bagus baget, dan baper. Karena jujur ngga sedih-sedih amat, tapi pengen nangis, tapi ga bisa, tapi sempet netes juga. Penggambaran filmnya bagus, alurnya juga bisa dimengerti, kebetulan subtitle nya mudah dipahami, wkwkwk. Setting tempat nya menarik, dan terakhir, ide ceritanya menyenangkan. Sesuatu yang ngga kalian temuin dimana-mana. Mungkin sih. Wkwkwk. Kalau mau tau kelengkapan ceritanya bisa liat langsung filmnya. Dijamin ngga bosen sih, apalagi yang otaku atau minimal anime lovers kayak aku pasti suka. Satu hal juga yang aku baru tau hari ini, ternyata si creator ini juga ngeproduksi beberapa film dengan cara gambar yang sama dan cerita yang ga kalah menarik. Salah satu yang paling terkenal itu My Friend Totoro. Itu juga kayak fantasi gitu, recommended banget meskipun sebenernya aku juga belom nonton. Wkwkwk. Sekian dari aku, makasih udah nyempetin baca! ^^

Screen Shot 2016-03-14 at 7.43.55 PM

Screen Shot 2016-03-14 at 7.41.11 PM

Screen Shot 2016-03-14 at 7.41.46 PM

March 14, 09:04pm
Semarang, Gunung Pati – Perumahan Bukit Sukorejo blok G no. 2

A Day With Pensil Warna

Seorang mahasiswa jurusan DKV yang asli ngga bisa gambar. Itu bio akun instagram saya, beberapa waktu yang lalu sih. Hahaha. Intinya, saya memang bisa dibilang salah jurusan, tapi bukan berarti menyerah pada jurusan.

Saat ini saya sedang dilanda libur berkepanjangan yang membuat saya selalu berdebar tak menentu menanti kurikulum di semester selanjutnya. Mungkin inikah namanya cinta? kagak. Jadi, selama masa pengangguran ini saya suka bengong, memikirkan apa yang akan, dan telah menanti saya. Terkadang saya merasa iri sama teman-teman yang memilikibakat dengan pensil di tangan mereka. Saya mulai melakukan pencarian di internet dan mengetikan keyword “tutorial melukis untuk pemula”. At least, memang banyak artikel yang muncul, tapi semua nya sama di benak saya, “ini apah… bagaimanah… kenapah… ah…”. Sampai suatu moment, muncul suatu artikel yang berjudul “adult’s coloring book”. Yang saya sadari ternyata sedang populer dikalangan para orang tua modern.
Intinya, yang saya temukan adalah sebuah kata indah bernama “Mandalas”.

Baru tau? Belum tau? go searching now! ~kkk. Itung-itung saya promosi, entah apa untungnya. Sungguh, entah. Wkwkwkwk.
Jadi saya mulai mempelajari apa itu Mandalas, dari mana, dan mulai mencoba membuatnya secara manual, melalui tangan saya. Karena kebetulan juga, beberapa waktu sebelum saya menemukan artikel tersebut, salah seorang teman saya memposting karya seninya yang berupa lukisan siput dengan motif yang saat itu masih saya sebut dengan nama “Tribal”. Ya maklum. Mwuehehehe. Saya coba deh buat Mandalas dengan ukuran yang kecil.. karena, capek juga buatnya. Haha.

So, this is it, karya Mandalas pertama says.

February 11, 1:21am
Semarang, Gunung Pati – Perumahan Bukit Sukorejo blok G no. 2